Dampak Revolusi Industri 4.0

Dampak Revolusi Industri 4.0 

Revolusi Industri 4.0 telah menjadi perbincangan yang hangat beberapa ini. pemerintah, pelaku usaha , dan juga masyarakat melakukan berbagai macam cara untuk mempersiapkan hal ini. bagaimana dengan pelaku usaha di sector pariwisata? Apakah akan berpengaruh juga terhadap revolusi Industri 4.0 ini?

Inovasi yang terus berkembang membuat sebuah perubahan yang tentunya diharapkan untuk membantu para pelaku industry salah satunya pelaku industry di sector pariwisata, mengingat sector ini merupakan salah satu sector penting untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, untuk melihat apakah revolusi industry 4.0 akan berpengaruh kepada perkembangan usaha di sector pariwisata tentunya kita harus mengetahui mengenai revolusi Industri 4.0 ini.

Untuk mengetahui pengertian dari revolusi Industri 4.0 tidak dapat dilihat dari revolusi nya saja melainkan harus melalui perkembangan dari periode-periode sebelumnya.

Revolusi 1.0 dimulai pada tahun 1764. Terjadi penemuan mesin uap dan pada saat itu membuat industry terutama yang ada di Inggris menjadi lebih efisien dan skalanya jauh lebih massif. Ini juga kemudian merevolusi tidak hanya di Inggris melainkan juga di hamper seluruh Negara eropa, dimana kita kenal sekarang inggris dan mayoritas Negara-negara eropa sebagai Negara maju karena mereka merupakan Negara yang pertama kali menggunakan secara massif mesin uap dan menjadi titik awal bagi industry dunia

Tahun 1870 Revolusi 2.0, terjadi karena ada penemuan cahaya dan listrik. Penemuan ini membuat berbeda dengan revolusi yang terjadi sebelumnya terutama periode setelah 1764, yaitu ditemukannya mesin uap. Sekarang proses produksi menjadi jauh lebih efisien, efektif, dan dengan skala yang jauh lebih massif. Adam Smith mengeluarkan sebuah teori spesialisasi produksi yang mana ini juga terilhami oleh sebuah masifnya proses produksi yang jauh lebih massif dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Tahun 1969 , penggunaan computer atau super computer yang dikemukakan oleh Amerika Serikat menjadi capaian baru yang dapat dikatakan sebagai revolusi Industr 3.0. dalam periode ini kita bisa melihat penggunaan computer, penggunaan teknologi-teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan oleh periode sebelumnya. Sekali lagi merevolusi industry di dunia secara keseluruhan ini titik awal bagi produksi yang jauh lebih massif dari periode sebelumnya

.

Pada tahun 2016 di World Economic Forum di Davos mentasbihkan bahwa pada tahun itu sebagai revolusi industry 4.0. sebenarnya periode ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari revolusi industry ke 3. Pada periode ini masih berbicara mengenai penggunaan teknologi, tapi pada periode ini menggunakan teknologi yang jauh lebih high tech yaitu penggunaan teknologi digital atau biasa disebut dengan digitally in adult industrial revolution. Dalam periode ini dapat dilihat bagaimana perkembangan e-commerce dan juga perkembangan LoT atau internet of Things yang melandasi perkembangan industry yang jauh lebih massif dan jauh lebih efisien dan yang paing krusial bagaimana di periode ini menggunakan tenaga kerja dan factor produksi yang jauh lebih sedikit dan menghasilkan output yang jauh lebih banyak.

Pada intinya jika melihat teori dan juga sejarahnya diatas dapat dikatakan bahwa Innovation is a process of creative destruction. Artinya sebuah inovasi menggantikan yang lama yang mana yang baru jauh lebih efisien dan tentunya dari perubahan tersebut ada hal yang harus digantikan. Hal ini akan berdampak kepada para pelaku industry yang menggunakan sistem yang masih lama harus beradaptasi lebih lagi agar tidak tertinggal dengan penggunaan teknologi yang masih lama.

Perubahan tersebut tentu akan menimbulkan dampak bagi industry. Baik itu dampak positif maupun dampak negatifnya. Melihat dampak positif dari revolusi industry ini terlihat jelas bahwa segala pekerjaan akan jauh lebih efisien dan lebih efektif atau seperti yang sudah disampaikan diatas bahwa perkembangan industry ini akan menghasilkan output yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Sebagai contoh nya beberapa perusahaan sudah menggunakan transaksi secara online atau lebih dikenal dengan e-commerce ataupun sudah menggunakan robot atau Artifial Intelligence untuk menjalankan produksinya.

Disamping dampak yang positif tentu terdapat dampak yang negative. Salah satunya adalah mengenai penggunaan tenaga kerja yang lebih sedikit. Ini akan menimbulkan masalah bagi para pelaku industry yang masih menggunakan sistem lama. Seperti Travel Agent konvensional akan dikalahkan dengan travel dengan dasar e-commerce yang tentunya akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien.

Kesimpulannya. Dampak yang akan diakibatkan oleh revolusi industry 4.0 akan tetap ada baik itu positif maupun negative, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita sebagai generasi millennial mempelajari hal ini agar dapat mengembangkan potensi yang ada terutama di bidang pariwisata.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started